Rabu, 02 Juli 2014

Salam Dua Jari Perdamaian untuk Ernest Prakasa dari salah satu #AlayMabokMecin

Bismillahirrahmannirrahim

Pertama, semoga tidak ada pihak-pihak yang men judge diri saya ini sebagai manusia alay lagi ya setelah membaca tulisan ini wkwk (semoga kata "wkwk" juga bukan salah satu ciri alay ya).

Sebelumnya, perkenakan diri dulu kali ya. Ya saya hanya seorang mahasiswa, setidaknya di saat saya menulis ini (02/07/2014). Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer yang yaa pastinya pengetahuan tentang dunia luar sangat banyak belum saya ketahui, tentunya karena memang belum lulus hehe. Apalagi bicara politik, beuuh jauh banget kan dari dunia Ilmu Komputer. Jangankan dunia politik, dunia yang saya pelajari disini aja .. Kira-kira begitulah kalo mau liat latar belakang saya. Karena latar belakang itu, mohon dimaafkan jika dalam tulisan ini akan terdapat salah-salah penulisan yang mungkin terkait dunia politik dan lain-lainnya. Maafkan juga kalo misalkan tulisannya gak enak dibaca.

Tujuan tulisan ini mungkin sebagai sarana minta maaf dulu kepada bung Ernest ya. Saya meminta maaf apabila memang telah lancang dalam menanggapi tweet Anda ya. (kejadiannya akan saya jelaskan kemudian). Disini saya benar-benar tidak bermaksud untuk memperkeruh suasana yang sebenarnya juga sudah reda sih dan juga bukan untuk melampiaskan kekesalan atau ketidaksukaan ya. Toh kalau mau ditanya tentang sedikit insiden itu, saya tidak pernah kesal banget kok. Walaupun jujur saya menyimpan keanehan dalam hati, "kenapa gw harus dapet perlakuan kaya gini ya?".
Lalu tujuan selanjutnya ya untuk mengemukakan pendapat pribadi tentang hal ini. Pendapat ini murni untuk dijadikan sedikit saran bagi semua yang membaca ini pada umumnya dan bung Ernest pada khususnya, itu juga apabila Anda menerimanya. Mohon maaf lagi jika malah saran ini tidak bagus atau tidak layak dijadikan saran.

Kronologis
Saat itu saya ingat tiba-tiba melihat tweet berikut ini (bukan saya yang mencari sih, waktu itu diberitahu kakak saya) :

Senin, 03 Maret 2014

Bukan Sekadar Angka

Sebuah pertandingan sepakbola pada kenyataannya memang berujung dua buah angka yang akan bersanding saling berlawanan. Mau itu wujudnya dua buah angka yang sama atau malah berbeda di kedua sisi. Kedua angka itu biasanya sih menunjukan gengsi dua tim yang saling berhadapan dalam pertandingan tersebut. Angka tersebut biasa kita sebut sebuah skor pertandingan.

Kamis, 27 Februari 2014

U-19 Oh U-19

Mimpi kali ya kalo kita sekarang ngomongin Piala Dunia? Beuuh, jauh kali lah ya kepikirannya.

Tapi harapan masyarakat Indonesia kayanya gak pernah berhenti supaya Timnas Indonesia bisa masuk ke putaran Final Piala Dunia.

Senin, 24 Februari 2014

Persahabatan Korea Selatan dan Perancis

Dimulai dengan pertanyaan, apa coba maksud judul itu?hehe

Ini maksudnya bukan persahabatan antara kedua negara tersebut beneran ya. Tidak lain tidak bukan, ini hanyalah persahabatan diantara dua orang manusia biasa. Bagi penggemar Manchester United seharusnya bisa menebak ini persahabatan siapa dengan siapa :D

Jumat, 21 Februari 2014

The Dressing Room

Sebuah pertandingan sepakbola tak ubahnya bagai sebuah peperangan besar bagi para pesepakbola. Di belahan bumi manapun, dengan level apapun baik itu berupa level antar kampung (biasa kita sebut tarkam), level amatir maupun level liga profesional sekalipun pasti akan menganggap bahwa sebuah pertandingan tersebut adalah sebuah peperangan maha dahsyat dengan segala pertaruhan. Gengsi adalah kata utama nampaknya bagi siapapun untuk dapat memenangkan sebuah pertandingan sepakbola tersebut. Maka dengan cara apapun, sebuah pertandingan tersebut harus bisa dimenangkan. Namun tetap saja harus dengan cara paling sportif yang bisa dilakukan.