Senin, 03 Maret 2014

Bukan Sekadar Angka

Sebuah pertandingan sepakbola pada kenyataannya memang berujung dua buah angka yang akan bersanding saling berlawanan. Mau itu wujudnya dua buah angka yang sama atau malah berbeda di kedua sisi. Kedua angka itu biasanya sih menunjukan gengsi dua tim yang saling berhadapan dalam pertandingan tersebut. Angka tersebut biasa kita sebut sebuah skor pertandingan.


Beda ya rasanya kalo kita lihat skor pertandingan itu berat di sisi tim yang kita dukung. Rasanya sih pasti lebih seneng, lebih bangga gitu. Tapi seakan gak pernah ada ujungnya, rasanya kita pengennya sih ngeliat tim kita itu supaya menang terus sampe akhir musim. Ya paling ujungnya itu kalo udah dapat gelar juara lah. Begitulah manusia ya, pada dasarnya gak bakal pernah puas sama suatu capaian. Terlebih lagi misalnya kita dihadapkan sama pilihan yang berhubungan sama angka, gak bakal pernah puas dah. Apalagi kalo misalnya kalian main ini dogeminer.se wkwk

diambil dari http://i.imgur.com/PlV2HOq.png
Kalau kalian main itu pastinya ngincer itu dogecoin sebanyak mungkin yang bisa didapat. Coba aja main kalo belum pernah.

Kembali ke konteks sepakbola, nah yang jadi masalah disini kalo kita terus-terusan hanya memikirkan angka dan perhitungan kuantitatif lainnya, bisa jadi kita gila sendiri. Tahap kegilaan mungkin bakal terus bertambah berbanding lurus dengan tingkat fanatisme kita sama tim yang kita dukung. Implikasinya, kita bisa melakukan apapun dengan kegilaan itu misalnya kita jadi sering berdebat gak jelas sama teman sendiri karena misalnya dalam pertandingan itu kita kalah maupun sebaliknya. Padahal kalo dilihat-lihat juga, berdebat tentang sepakbola dan cuma mementingkan kepentingan tim yang kita dukung masing-masing itu mah gak punya manfaat sama sekali. Yang ada kalo misalnya udah saling tersinggung satu sama lain malah bisa nambah musuh doang. Kan gak asik dong dari temen jadi musuh gitu.

Contoh dari kegilaan yang mungkin terjadi kalo kita cuma lihat angka-angka itu aja mungkin banyak yang terjadi sama pendukung Manchester United, termasuk gw. Lihat deh, udah berapa kali MU kalah dalam satu musim ini di Liga Inggris dibandingkan tim besar lainnya. Bahkan bukan cuma ngebandingin sama tim lain, sama performa MU tahun lalu pun, kelihatannya sangat jauh lah perbedaannya. Lihat juga, berapa kali MU punya rekor-rekor tersendiri di musim ini. Kali ini sayangnya yang terjadi itu malah rekor-rekor buruk dalam suatu pertandingan. Tapi, kegilaan bakal bisa diredam dengan baik kalo kita bukan cuma melihatnya dari sisi angka, angka dan angka.

Mencintai suatu tim sepakbola bukan hanya masalah melihat setiap pertandingan dengan capaian kuantitatif yang baik dan bukan hanya melihat skor pertandingan yang berat ke arah tim yang kita dukung. Tapi semua kembali kepada diri masing-masing, apakah tim yang kita dukung itu sudah kita dukung sepenuh hati?Atau malah kita dukung tim itu hanya karena ingin mendapat kesenangan ketika melihat tim tersebut bisa menang terus menerus dengan skor pertandingan yang selalu berpihak pada tim kita?
Ada suatu kutipan dari salah satu mantan pelatih tersukses Liverpool (CMIIW), Bill Shankly berikut :

"If you can't support us when we lose or draw, don't support us when we win"
diambil dari http://www.pinterest.com/pin/236298311672519317/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar