Tapi harapan masyarakat Indonesia kayanya gak pernah berhenti supaya Timnas Indonesia bisa masuk ke putaran Final Piala Dunia.
Gak pernah ada yang tahu sih bakal terjadi apa ngga. Tapi melihat bermunculannya pemain-pemain sepakbola masa depan Indonesia sih seharusnya perjuangan menuju Piala Dunia harus terus didukung. Hingga pada suatu saat ada seseorang berkata begini :
" Tadi kita tidak hanya menang, bahkan sudah dimain-mainin Korea. Kita kolongin, kita macam-macamin dia. Mulai saat ini, kita semua bangsa Indonesia harus berpikir, raksasa Asia adalah Indonesia "Ya begitulah komentar pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Syafri seusai berhasil mengalahkan Korea Selatan di pertandingan terakhir babak kualifikasi Piala Asia bulan Oktober 2013 lalu.
Menurut kalian? Terlalu pede? jumawa? Saya rasa tidak sama sekali. Pertandingan lawan Korea Selatan waktu itu memang hanya berlevel pemain muda, bukan timnas senior yang memiliki nama-nama mentereng. Namun ketika melihat pertandingan tersebut, saya merasa disuguhi permainan kelas dunia. Bahkan terbayang satu kata, BARCELONA!
Berlebihan?Tidak! Ciri khas permainan Barcelona pun dapat dengan jelas kita lihat pada pola permainan umpan-umpan pendek, permainan dari kaki ke kaki dan strategi penguasaan bola. Dengan teknis formasi yang hampir serupa dengan pola 4-3-3 pun, Timnas Indonesia U-19 pun sudah hampir matang dalam menerapkan strategi tersebut. Terlepas dari permainan yang apik Evan Dimas sebagai kapten dan jenderal pengatur serangan pun, permainan kolektif dari seluruh pemain U-19 adalah kunci penting.
Keberhasilan timnas tersebut dalam meraih kemenangan merupakan kerja keras seluruh tim, mulai dari pemain, pelatih dan para staf nya, tim medis, tim psikolog dan bahkan tim pengolah data pertandingan. Dibalut dengan semangat optimisme serta dilengkapi dengan pemupukan rasa spiritualitas yang dibangun oleh pelatih Indra Syafri, maka tim ini tidak hanya memikirkan kualitas permainan dan taktik saja melainkan memperhatikan adanya kuasa lain yang tidak dapat diganggu gugat. Rasa bersyukur pun selalu terungkap melalui kebiasaan perayaan sujud syukur setelah mencetak gol bagi para Muslim di timnas, maupun perayaan bersyukur lain bagi para pemain timnas yang bukan Muslim. Rasanya semua kerja keras terbayar dengan kemenangan piala AFF lalu dan titik puncaknya adalah kemenangan atas Korea Selatan di babak kualifikasi Piala Asia 2014 di Myanmar untuk memastikan tempat bertanding di Myanmar nanti.
Saat ini pun U-19 tengah mempersiapkan diri dengan lebih baik menjelang putaran Final Piala Asia tersebut. Laga-laga persahabatan adalah pilihan utama untuk terus menyiapkan berbagai taktik dan strategi timnas. Semoga semua berjalan lancar, sehingga tiket untuk masuk Piala Dunia U-20 pun bisa didapatkan dengan cara menginjakan kaki timnas di babak Semifinal Piala Asia tersebut.
Semangat Garuda Jaya!!
// Bonus, Timnas U-19 vs Timnas Korea Selatan U-19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar